Photobucket

~Ya Allah, bahagiakan kami dunia akhirat bersama selamanya~

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Siri Penaklukan Akhirat::Pedoman Menuju Hati Sejahtera. Show all posts
Showing posts with label Siri Penaklukan Akhirat::Pedoman Menuju Hati Sejahtera. Show all posts
Friday, November 12, 2010

,,>Menjual Waktu dengan Pahala<,,

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-hadid: 16)

Maha Suci Allah yang menggantikan malam dengan siang dan petang pun menyongsong malam. Hari berlalu menyusun minggu. Hitungan bulan-bulan membentuk tahun. Tanpa terasa, pintu ajal kian menjelang. Sementara, peluang hidup tak ada siaran ulang.

Siap atau tidak, waktu pasti akan meninggalkan kita

Sejauh apa pun satu tahun ke depan jauh lebih dekat daripada satu detik yang lalu. Kerana waktu yang berlalu, walaupun satu detik, tidak akan dapat dimanfaatkan lagi. Ia sudah jauh meninggalkan kita.

Begitu pun dengan pelbagai kesempatan yang kita miliki. Pagi ini adalah pagi ini. Kalau datang siang, ia tidak akan pernah kembali. Kalau kesempatan di pagi ini habis, hilang sudah momentum yang boleh diambil kerana belum tentu kita berjumpa dengan pagi esok.

Itulah yang pernah menggugah Umar bin Abdul Aziz. Suatu malam, kerana sangat letih, Umar menolak kunjungan seorang rakyat. “Esok pagi saja!” katanya spontan. Khalifah Umar berharap esok pagi ia boleh lebih segar sehingga urusan dapat diselesaikan dengan baik.

Tapi, sebuah ucapan tak terduga tiba-tiba menyentak kesadaran Khalifah kelima ini. Rakyat itu mengatakan, “Wahai Umar, apakah kamu yakin akan tetap hidup esok pagi?” Umar pun langsung beristighfar. Saat itu juga, ia menerima kunjungan rakyat itu.

Kalau kita menganggap remeh sebuah ruang waktu, sebenarnya kita sedang membuang sebuah kesempatan. Kalau pergi, kesempatan tidak akan kembali. Ia akan pergi bersama berlalunya waktu. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” (Al-Ashr: 1-2)

Siap atau tidak, jatah waktu kita terus berkurang

Ketika seseorang sedang merayakan hari ulang tahun, sebenarnya ia sedang merayakan berkurangnya jatah usia. Umurnya sudah berkurang satu tahun. Atau, hari kematiannya lebih dekat satu tahun. Dalam skala yang lebih luas, pergantian tahun adalah bererti berkurangnya umur dunia. Atau, hari kiamat lebih dekat satu tahun dibanding tahun lalu.

Ketika jatah-jatah waktu itu terus berkurang, peluang kita semakin sedikit. Biasanya, penyesalan datang lewat. “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: ‘Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal soleh) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 23-24)

Tak ramai yang sedar, begitu banyak peluang menghilang

Kadang-kala, seseorang menganggap biasa mengisi hari-hari dengan santai, televisyen, video game dan bermacam lagi. Sedikit pun tidak muncul rasa kehilangan. Apalagi penyesalan.

Padahal kalau dihitung, amal kita akan terlihat sedikit jika dibanding dengan kesibukan rutin lain. Dengan usia tiga puluh tahun, misalnya. Selama itu, jika tiap hari seorang tidur lapan jam, ia sudah tidur selama 87 600 jam. Ini bersamaan dengan 3650 hari, atau selama sepuluh tahu

n. Dengan kata lain, selama tiga puluh tahun hidup, satu pertiga cuma dihabiskan untuk tidur.

Jika orang itu menghabiskan empat jam menonton televisyen, setidaknya, ia sudah menonton televisyen selama 43200 jam. Itu sama dengan 1800 hari, atau lima tahun. Bayangkan, dari tiga puluh tahun hidup, lima tahun cuma habis menonton televisyen. Belum lagi urusan-urusan lain. Cakap kosong, mengumpat, jalan-jalan dan sebagainya.

Lalu, berapa banyak waktu untuk ibadah? Kalau satu solat wajib menghabiskan waktu sepuluh minit, satu hari ia solat selama lima puluh minit. Ditambah zikir dan tilawah selama tiga puluh minit, kalaupun buat, ia beribadah selama lapan puluh minit sehari. Jika dikurangkan sepuluh tahun kerana usia kanak-kanak, ia baru beribadah selama 1600 jam. Atau 1.8 peratus dari waktu tidur. Atau 3.7 peratus dari waktu menonton televisyen.

Betapa banyak peluang yang terbuang. Betapa banyak waktu berlalu tanpa nilai. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” (Al-Ashr: 1-3)

Tak seorang pun tahu, bila waktunya berakhir

Tiap yang bernyawa pasti mati. Termasuk manusia. Kalau dikira-kira, usia manusia saat ini tidak lebih dari enam puluh tahun. Waktu yang begitu sedikit.

Saatnya buat orang-orang beriman memaknai waktu. Biarlah orang mengatakan waktu adalah wang. Orang beriman akan berkata, “Waktu adalah pahala!”

Sunday, October 17, 2010

,,>Bila Yakin telah Tiba<,,


Bila yakin telah tiba,

Teguh didalam jiwa,

Kesabaran menjadi bunga

Sementara waktu berlalu

Penantian tak berarti sia-sia

Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Zulaikha jalani hari

Sabar menanti Yusuf sang tambatan hati

Dipenantian mencari diri

Memohonkan ampunan dipertemukan

(Reff)

Segera kan kujemput engkau bidadari

Bila tiba waktu kutemukan aku

Ya Ilahi Robbi keras ku mencari diri sepenuh hati

Teguhkanlahku dilangkah ini

Dipencarian hakikat diri


Tuk bersama menuju Mu mengisi hari...

Kini yakin tlah tiba

Teguh didalam jiwa

Dan izinkan kujemput bidadari

Kesabaran adalah permata

Dan waktu terus berlalu

Penantian tak berarti sia-sia

Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Adam dan Hawa

Turun ke bumi terpisah jarak waktu

Dipenantian mencari diri

Memohonkan ampunan dipertemukan

Bidadari tlah menyentuh hati

Teguhkan nurani

Bidadari tlah menyapa jiwa

Memberikan makna...


Didedikasikan khas: Buat diri-diri yang masih sendiri, bersabarlah anda. Yakinlah di sebalik keseorangan itu punya hikmah yang hanya Allah saja mengetahuinya. Meski waktu terus berlalu, namun tak bermakna yang penantian itu adalah sia-sia. Saat perjalanan dalam kehidupan ini adalah pencarian hakikat diri. Justeru, gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk memuhasabah , mentarbiyyah, dan memperbaiki diri, moga ada sinar telus yang menanti di akhir pencarian itu. Bersabar dan berdoalah moga diperteguhkan iman sehingga saat itu tiba. Yakinlah dengan ganjaran Allah di SANA nanti. Kerana hanya Allah yang maha mengetahui segala yang terbaik buat diri kita.


Buat diri-diri yang telah berpunya dalam erti kata yang sebenar, telah menemui teman seperjalanan dan buat bakal-bakal pasangan yang akan mendirikan 'masjid', tahniah diucapkan. Moga bahgia hingga ke akhirnya. Bersyukurlah kiranya anda dipertemukan dengan sang pendamping untuk saling melengkapi diatas redhoNya. Syabas juga diucapkan kiranya hubungan yang halal itu telah menjadi benteng hawa nafsu, bakal melahirkan mujahid mujahidah sejati, meramaikan umat Muhammad penerus generasi rabbani, yang berpaksikan samara (sakinah, mawaddah wa rahmah). Biarkan syaitan-syaitan itu menangis di atas terbinanya sebuah hubungan cinta nan suci dalam rahmat Ilahi.


Buat diri-diri yang masih berstatus kabur (in relationship/ its complicated?), muhasabah kembali diri anda, adakah anda benar-benar telah yakin untuk meneruskan perhubungan itu? Adakah anda mampu untuk menunggu hingga tiba saatnya perhubungan itu diiktiraf halal dengan lafaz ijab dan kabul tanpa melanggar syariatNya? Ermm, fikir-fikirkan. Bagaimana untuk membina sebuah rumah yang teguh andai tapaknya saja sudah tidak kukuh? Wahai diri-diri, jangan dikau terpedaya dengan cinta palsu yang menipu itu. Cinta yang hanya membuatkan syaitan tertawa suka, kerana telah berjaya menyesatkan anak adam. Hingga terkabur mata, dinampakkan yang haram itu halal dan indah belaka . Justeru, sedarlah wahai diri-diri, kembalilah kepada pencarian hakikat diri, moga di situ kan kau ketemui cinta hakiki miliknya Al-Khaliq, kerana itulah sebenar-benar CINTA.

"If you want to build a faithful family, you can never build it on what Allah has stated as wrong and proven false by the way Rasulullah s.a.w has taught us. In every family that stands until their dying day, they have Allah on their side!"

~Menunggu untuk dijemput. Walau ku bukan bidadari.~



"Semoga ia menjadi ingatan untuk aku supaya memperbanyakkan lagi amal untuk di bawa ke akhirat, pecutan amal aku harus laju kerana masa yang ada sudah semakin suntuk !"


Wednesday, July 21, 2010

,,>Aku ingin mencintaiMu setulusnya<,,


Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri
Padahal diriku terlalu sering
MembuatMU kecewa

Entah mungkin karna ku terlena
Sementara Engkau beri aku kesempatan
Berulang kali
Agar aku kembali

Dalam fitrahku
Sebagai manusia
Untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya
Aku dihadapanMU

Aku ingin mencintaiMU
Setulusnya,sebenar-benar aku cinta
Dalam do'a dalam ucapan
Dalam setiap langkahku

Aku ingin mendekatiMU selamanyaSehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu
DenganMU ya Rabbi


Album : Muhasabah cinta
Munsyid : Edcouctic







Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama kali aku belajar mencintai-Mu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para usadz kuresapi..
Tentang cinta para Nabi..
Tentang kasih para sahabat
tentang kerinduan para syuhada..
Untuk kemudian kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…
Aku terus berusaha untuk mencintaiMu dengan cinta yang paling utama,
namun… Ku masih tak mampu temukan cinta tertinggi untukMU…

Rabby…
Aku tak sanggup mencintaiMU dengan kesabaran menanggung derita sebagaimana Rasul-Mu…
Karena itu izinkan aku mencintaiMU melalui keluh kesah pengaduanku…
Atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku…

Rabby..
Aku tak sanggup mencintaiMU seperti sahabat menyedekahkan seluruh hartanya di jalanMU..
Karena itu izinkan aku mencintaiMU melalui seratus dua ratus perak yang terulur pada tangan2 kecil di bis kota dan pinggiran jalan…
Melalui bingkisan2 sederhana yang terkirim ke saudara dan handai tolan..

Rabby…
Aku tak sanggup mencintaiMU dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu, hinga tak lagi merasa anak panah dicabut dari kakinya…
Karena itu ya Allah, perkenankan aku tertatih menggapai cintaMU dalam shalat yang coba kudirikan dg terbata-bata sedang ingatan terkadang melayang ke berbagai permasalahan dunia..

Rabby…
Aku tidak dapat beribadah sebagaimana para sufi yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu..
Maka izinkan aku untuk mencintai-Mu dalam satu dua rakaat qiyamullailku…Dalam desah nafas kepasrahan tidurku…

Ya rahman…
Aku tak sanggup mencintaiMU sebagaimana para hafidz dan hafidzah yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam..
Perkenankan aku mencintai-Mu melalui selembar 2 lembar tilawah harianku…Lewat lantunan satu dua ayat hafalanku…

Ya rahim…
Aku tidak sanggup mencintai-Mu sebagaimana Sumayyah yg mempersembahkan jiwa demi tegaknya dien-Mu..
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu dengan sedikit bakti pengorbanan untuk dakwah-Mu…
Izinkan aku mencintai-Mu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru…
Allahumma Karim…
Perkenankan aku mencintaiMU semampuku..
Dengan segala kelemahan dan kenaifanku…

Friday, February 26, 2010

,,>Saya Cintakan Rasulullah S.A.W<,,

Saya Cintakan Rasulullah S.A.W.
www.iLuvislam.com
Muhammad Rashidi bin Haji Wahab
Editor: buluh





PENGENALAN

Rasulullah S.A.W. merupakan pesuruh Allah Taala yang diutuskan kepada umat Islam dan seluruhnya. Sebagai umat Islam yang beriman maka wajiblah kita mentaati segala perintah dan suruhan yang datangnya dari junjungan besar Rasulullah S.A.W. tanpa membantahnya walaupun sedikit. Perintah mentaati rasulNya amat jelas dinyatakan di dalam nas-nas dari al-Quran ataupun al-Hadis S.A.W di antaranya:

Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada rasul (Rasulullah S.A.W) dan kepada orang-orang yang berkuasa dari kalangan kamu. Jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (kitab) Allah (al-Quran) dan sunnah rasulNya jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu) dan lebih elok pula kesudahannya. (Surah an-Nisa: ayat 59).

Semperna perayaan Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. pada tahun 1431 H / 2010 M ini, saya ingin mengajak semua umat Islam untuk mengingati dan menghayati sirah baginda S.A.W. dan seterusnya mengikuti serta mentaati segala ajaran yang telah dibawakan oleh Rasulullah S.A.W. kepada kita. Tulisan ini sama sekali tidak akan membahaskan hukum menyambut Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. kerana persoalan ini terlalu kerap dibahaskan pelbagai pihak saban tahun dan ia adalah masalah khilafiyyah yang tidak akan selesai hingga Kiamat.

Berikut adalah link bagi persoalan itu:


Di sini saya senaraikan beberapa perkara yang mesti kita lakukan sekiranya kita mengaku menyayangi dan mencintai Rasulullah S.A.W.:



BERADAB DENGAN RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan rasulNya dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah a-Hujuraat: ayat 1).

Firman Allah Taala bermaksud: Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan rasul (Rasulullah S.A.W) di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu. (Surah an-Nur: ayat 63).



MENTAATI RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul (Rasulullah S.A.W) dan jaganlah kamu batalkan amal-amal kamu. (Surah Muhammad: Ayat 33).

Firman Allah Taala bermaksud: Dan apa jua perintah yang dibawa oleh rasul (Rasulullah S.A.W) kepada kamu maka terimalah serta amalkan dan apa jua yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. (Surah al-Hasyr: ayat 7).

Firman Allah Taala bermaksud: Katakanlah (Wahai Muhammad): Taatilah kamu kepada Allah dan rasulNya. Oleh itu, jika kamu berpaling (menderhaka) maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir. (Surah ali-Imran: ayat 32).



BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikkan) kepada Nabi (Muhammad S.A.W), wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya. (Surah al-Ahzab: ayat 56).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Orang yang bakhil ialah mereka yang disebut namaku akan tetapi ia tidak berselawat kepadaku. (Riwayat al-Baihaqi).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Sesiapa yang berselawat kepadaku sekali maka Allah akan selawat kepadanya sepuluh kali. (Riwayat Muslim).



MENGASIHI RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Katakanlah (wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutlah daku nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi. (Surah ali-Imran: ayat 31).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Demi jiwaku berada di bawah kekuasaan Allah, seseorang kamu tidak beriman sehinggalah dia mencintaiku (Rasulullah S.A.W) lebih daripada kecintaannya kepada anaknya, ayahnya dan manusia keseluruhannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Tiga perkara sesiapa yang memiliki tiga perkara tersebut maka ia memiliki kemanisan iman: Mencintai Allah dan rasulNya lebih daripada cinta kepada perkara lain... (Riwayat Bukhari dan Muslim).



MENGIKUT SUNNAH RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredhaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat serta ia pula menyebut dan mengingat Allah banyak-banyak (dalam masa sysah dan senang). (Surah al-Ahzab: ayat 21).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Sesiapa yang menghidupkan sunnah daripada sunnahku yang telah ditinggalkan selepas aku maka sesungguhnya baginya pahala seumpama pahala orang yang melakukannya tanpa sedikitpun berkurangan sementara sesiapa yang mengadakan bidaah yang sesat yang tidak diredhai Allah dan rasulNya baginya dosa seumpama dosa-dosa yang dilakukan mereka di mana tidak sedikitpun berkurangan. (Riwayat al-Tarmizi dan Ibnu Majah).



PENUTUP

Sebagai umut Islam yang sayangkan baginda S.A.W. hendaklah kita mengikuti segala suruhannya dan meninggalkan segala larangannya. Ini sahajalah bukti yang paling kukuh bahawa kita menyayangi dan mencintai Rasulullah S.A.W. sepenuh jiwa. Akhir sekali, di kesempatan ini pihak iLuvislam.com ingin mengucapkan selamat menyambut Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. 1431 H / 2010 M kepada seluruh umat Islam. Jadikanlah amalan mengikuti ajaran baginda S.A.W. pada setiap ketika dan bukan sekali dalam setahun.

"I love Rasulullah S.A.W."

Wallahualam.

-->SriKaNdI_SoleHah: "Ya Rasulullah, kami merinduimu.."

Monday, September 14, 2009

,,>Lailatul Qadar Menggandakan Pahala<,,

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar. Malam lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan. Malaikat dan ruh turun pada malam itu dengan izin Tuhan mereka dari setiap perkara. Sejahtera malam itu hingga terbit fajar” (Surah Al-Qadr).

Malam Lailatul Qadar disebut didalam ayat Al-Quran dan banyak Hadis Rasulullah saw. Beribadah pada malam itu lebih baik dari beribadah 1000 bulan atau 83 tahun, menyamai umur panjang seorang insan. Beribadah pada malam adalah tersebut termasuk solat, tilawah Al-Quran, istighfar, berzikir dan sebagainya seperti ibadah di dalam Qiyamullail pada malam-malam yang lain.

calm_islam_by_issam_zerr

Berikut adalah Hadis-hadis Sahih riwayat Iman Al-Bukhari mengenai Malam Lailatul Qadar.

Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah saw bermaksud, “Sesiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharap ganjaran Allah, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. Sesiapa yang mendirikan solat malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap ganjaran Allah, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu”.

Beberapa orang Sahabat diperlihatkan malam lailatul Qadar didalam mimpi pada Tujuh Malam Terakhir. Lalu Rasulullah saw bersabda bermaksud, “Aku lihat mimpi kamu kena pada Tujuh Malam Terakhir, maka sesiapa yang mencarinya, carilah pada Tujuh Malam Terakhir”.

Sabda Rasulullah saw bermaksud, “Aku diperlihatkan Malam Lailatul Qadar kemudian aku lupa – atau dilupakan – maka carilah ia pada malam ganjil dari Sepuluh Malam Terakhir. Sesungguhnya aku melihat aku sujud di dalam air dan tanah. Sesiapa yang telah beriktikaf bersama aku (di pertengahan Ramadan) maka datanglah semula (untuk beriktikaf di Akhir Ramadan)”. Para Sahabat ra berkata, “Lalu kami kembali (beriktikaf) dan kami melihat Qaza’ah di langit, datang awan dan turun hujan hingga basah bumbung Masjid yang diperbuat dari pelepah kurma. Solat pun didirikan dan aku melihat Rasulullah saw sujud di dalam air dan tanah, hingga aku lihat kesan tanah di dahinya”.

Dari Aisyah ra berkata Rasulullah saw bersabda bermaksud, “Carilah malam Lailatul Qadar pada malam ganjil dari Sepuluh Malam Terakhir di bulan Ramadan”.

Dari Aisyah ra berkata Rasulullah saw bersabda bermaksud, “Carilah malam Lailatul Qadar pada Sepuluh Malam Terakhir di bulan Ramadan”… dari Ibnu Abbas ra berkata bermaksud, “Carilah malam Lailatul Qadar pada Malam Ke 24″.

Dari Aisyah ra berkata, “Adalah Rasulullah saw apabila masuk Sepuluh Malam Terakhir, Baginda saw mengikat ketat pakaiannya, menghidupkan malamnya (dengan ibadah) dan membangunkan isteri-isteri dan ahli keluarganya”.

Mengenai Iktikaf pulan, saya perturunkan Hadis-hadis Sahih riwayat Al-Bukhari mengenainya di bawah ini :

Dari Abdullah bin Omar ra berkata, “Adalah Rasulullah saw beriktikaf pada Sepuluh Terakhir Ramadan”.

Dari Aisyah ra berkata, “Adalah Rasulullah saw beriktikaf pada Sepuluh Terakhir Ramadan sehingga Allah mewafatkannya. Kemudian selepas itu, isteri-isterinya pula beriktikaf”.


sumber: http://inijalanku.wordpress.com/2009/09/09/lailatul-qadar-mengganda-pahala/

Thursday, June 11, 2009

,,,>Sempurnakan Aku??<,,,

'kita adalah kejadian yg sempurna tetapi apa yg kita lakukan selalunya tidak sempurna.'

Pandangan mata selalu menipu,
Pandangan akal selalu tersalah,
Pandangan nafsu selalu melulu,
Dan pandangan hatilah yg hakiki,
kalau hati itu bersih..

Lahir satu tarikh tidak dapat dipinta,
Mati satu tarikh tidak dapat ditunda...

Bila mata bertemu mata akan mula rasa kasih.
Bila hati bertemu hati akan mula rasa sayang.
Tapi....bila dahi bertemu sejadah akan terasa kebesaran Allah S.W.T

Menuntut ilmu adalah taqwa,
Menyampaikan ilmu adalah ibadah,
Mengulang2 ilmu adalah zikir,
Mencari ilmu adalah jihad,
(Al-Ghazali)

"Setiap kesulitan itu akan bertambah apabila dihitung-hitung tetapi
akan hilang apabila kita tidak menghiraukannya lagi..."
-Imam Malik-

Kalau kita berada di alam tabii yg indah, kita tidak terasa keindahannya,
bukan ertinya alam ini tidak indah, tp jiwa kitalah yg tidak indah..

Sesungguhnya mati jasad kerana roh,
Mati roh kerana tiada ilmu,
Mati ilmu kerana tiada amal
Dan mati amal kerana tiada istiqomah.

Kesedihan itu lumrah. Mengingatinya kembali mungkin tidak akan mampu
menyembunyikan luka hidup tetap menilainya semula dengan mata hati
berbeza mungkin mampu membuat diri meneruskan hidup dengan tabah.

Ilmu adalah teras kepada ajaran ISLAM, tanpa ilmu manusia akan
terseleweng mengikut kehendak akal dan hawa nafsu sehingga akhirnya
agama dijadikan mainan

Agama menjadi sendi.
Pengaruh menjadi penjaganya.
Kalau tidak bersendi runtuhlah hidup
Dan kalau tidak berpenjaganya,binasalah hayat.
Krn org yang terhormat itu,..
Kehormatannya itulah yang melarangnya berbuat jahat.

Inginkan mutiara selamilah lautan,
Inginkan bahagia tempuhilah penderitaan,
Inginkan kejayaan relailah pengorbanan..
Ketahuilah bahawa setiap kepahitan itu sebenarnya terkandung seribu
kemanisan........

"People wil forget what you said, people will forget you did, but
people will never forget how you made them feel..."

Live needs sacrifice,
Sacrifice needs fight,
Fight needs courage,
Courage needs confidence,
Confidence determine success,
Success lead us to happiness...

Hidup memerlukan pengorbanan,
Pengorbanan memerlukan perjuangan,
Perjuangan memerlukan kekuatan,
Kekuatan memerlukan keyakinan,
Keyakinan menentukan kejayaan,
Kejayaan membawa kebahagiaan...

Hidup tanpa cita-cita adalah mati
Cita-cita tanpa usaha adalah mimpi

Ilmu penyuluh hati yg bersih,
Pengorbanan memerlukan usaha yg gigih,
Natijahnya kejayaan bakal diraih,
Kutuman senyuman akan tersurih,
Berkat doa kepada yang Maha Pengasih...

Diam merupakan sebuah keputusan hukum
Sebaik baik perkataan adalah yang sedikit
Namun dapat menjadi petunjuk
Keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya
Siapa yang manis lisannya pasti akan ramai kawannya

Yang lahir dari hati adalah keikhlasan
Yang datang dari akal adalah kewarasan
Bersatulah hati dan akal
Melawan nafsu yang bakal memusnahkan

Harta yang paling indah adalah sabar
Teman yang paling akrab adalah amal
Pengawal yang paling waspada adalah diam
Bahasa yang paling manis adalah senyum
Dan ibadah yang paling indah adalah kyusuk

Malu daripada lelaki adalah baik
Tetapi daripada perempuan lebih baik
Adil bagi setiap orang adalah baik
Tetapi daripada pemerintah lebih baik
Taubat daripada orang tua adalah baik
Tetapi daripada pemuda lebih baik
Dermawan daripada orang kaya adalah baik
Tetapi daripada orang miskin lagi baik

" Tunjangkan resah mu di dada solat,
Himpunkan peritmu digenggaman doa,
Tutupi kekecewaan dgn taqwa,
Dan nilailah kesucian dirimu melalui keikhlasan hati".


Hidupkan Rasa Bertuhan... Suburkan Rasa Kehambaan... >>


~bersyukur dgn apa yg ada, jujur dgn apa yg dirasa~


Friday, May 8, 2009

,,>Syafaat Selawat<,,

Sufyan as-Sauri Ra bercerita :

Ketika bertawaf mengelilingi kaabah, aku melihat seorang lelaki. Setiap kali dia melagkah, dia terus berselawat kepada Rasulullah SAW. Aku berasa hairan apabila melihat keadaan itu. Aku mendekatinya dan bertanya, “Mengapa engkau meninggalkan bacaan tasbih, tahmid dan tahlil tetapi hanay membaca selawat sahaja? Apakah ada sesuatu terjadi pada dirimu?”

“Tuan ini siapa? Moga-moga Allah SWT merahmatimu,” tanya orang itu.

“Namaku Sufyan as-Sauri,” jawabku.

“Sekiranya tuan ini bukan seorang ‘Arif pada zaman ini, tentulah aku tidak akan mempedulikan kata-katamu itu. Tetapi lantaran tuan ini seorang ‘Arif, dan mungkin rahsia ini masih belum tuan ketahui, aku akan memberitahu tuan rahsiaku ini,” jawab orang itu.

“Baiklah, dengar ceritaku ini,” sambungnya lagi.

Aku meninggalkan negeriku bersama-sama ayahku bagi mengerjakan ibadat haji ke Baitullahil-haram, kemudian kami berziarah ke maqam Rasulullah SAW. Kami tidak lupa berselawat dan salam epada baginda. Ketika di pertengahan jalan, ayahku tiba-tiba jatuh sakit. Sakitnya terlalu kronik. Aku berusaha merawatnya dan menjaganya dengan sepenuh kemampuanku, namun sia-sia belaka. Da tidak dapat dirawat lagi. Dia akhirnya meninggal dunia.

Aku sangat sedih di atas pemergiannya, namun apa yang membuat hatiku bertambah sedih ialah wajah ayahku yang asalnya tampan bercahaya, berubah menjadi hitam legam, dan begitu menakutkan. Aku sangat terkejut melihat keadaannya. Aku menangis kesedihan, lalu aku tutup wajahnya dengan kain. Sungguh tidak terbayangkan kesedihanku ketika menyaksikan keadaan ayahku yang sebegitu rupa. Lebih-lebih lagi dia meninggal di tempat orang. Betapa malunya jika ada orang yang mengetahui keadaan ayahku saat itu. Apatah lagi ayahku sendiri adlah ahli ibadah

Aku terus menunggu dengan perasaan hati yyang hancur. Aku hanya mampu menangis dan tidak mampu berbuat apa-apa.aku terus bertafakur di sis kepala ayahku. Tiba-tiba aku tertidur. Dalam tidur itu, aku bermimpi seakan-akan melihat sinar yang semakin mendekati tempatku ini. Ternyata sinar itu bersumber daripada seorang yang sangat gagah lagi tampan. Pakaiannya bersih, wajahnya bersinar terang, dan baunya harum sekali. Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini, dan aku belum mengenalinya.

Dia terus menuju kepadaku. Satu-satu jalannya sehinggalah dia berada di sisiku.

“Apa yang berlaku kepada dirimu?” dia bertanya.

“Ayahku telah meninggal dunia,” aku menangis. Belum sempat aku bercerita seterusnya, dia berkata, “Jangan menangis! Semua manusia mesti mati!”

“Tetapi wajahnya,” kataku. “Wajahnya hitam legam. Tologlah aku!” aku merayu-rayu untuk mengharapkan bantuan.

Tanpa berkata apa-apa, dia terus membuka kain yang menutup wajah ayahku itu, lalu mengusapkan telapak tangannya pada wajah ayahku. Ajaib sekali! Aku hamper tidak percaya apa yang berlaku. Wajah ayahku kembali putih bersih, dan lebih bercahaya dari asalnya. Apakah penawarnya?

Dia kemudian mengambil kain tadi dan menutup semula wajah ayahku itu. Kemudian dia hendak kembali semula dari arah dia datang tadi.

Melihat dia mahu pergi, dan aku belum lagi tahu siapa dia orang ini, aku segera memegang bajunya sambil bertanya: “Siapakah tuan yang telah menolong ayahku ini?”

Dia tersenyum, kelihatan nur bersinar daripada senyumannya. Wajahnya seperti bulan purnama.

“Aku ini Muhammad,” dia menjawab.

“Muhammad?” aku meminta penerangan yang lebih jelas.

“Muhammad, Rasulullah. Akulah pembawa al-Quran,” dia menjelaskan.

Aku terus terduduk dan terpinga-pinga sambil menikmati wajahnya yang mulia itu. “Itulah dia Rasulullah SAW,” aku berkata dalam hatiku. Lisanku kelu, tidak terkata apa pun.

“Ayahmu ini terlalu banyak membuat perkara yang sia-sia dalam hidupnya. Namun begitu, dia selalu berselawat dan salam kepadaku. Ketika dia mengalami perkara buruk seperti ini, dia memohon kepadaku untuk membantunya. Sebab itu aku datang ke mari untuk membantunya, dan aku selalu menolong orang yang selalu membaca selawat dan salam kepadaku,” jeasnya.

Pada saat itulah aku terkejut daripada mimpiku itu, dan teringat apa yang berlaku dalam mimpi itu tadi. Aku terus membuka kain yang menutupi wajah ayahku itu, dan betullah seperti apa yang berlaku dalam mimpiku tadi. Wajah ayahku telah kembali putih bersih dan lebih bercahaya.

Aku termenung mengingatkan apa yang berlaku dalam mimpi yang berkat itu. Aku berkt dalam hatiku, “Mengapa tidak mengambil masa lebih lama mimpiku tadi supaya aku dapat berada lebih lama di samping manusia utama yang amat mulia itu. Oh!”

“Inilah kisahnya, wahai Sufyan as-Sauri! Sekarang engkau tahu rahsia mengapa aku terus berelawat ke atas Nabi SAW setiap kali aku melangkah. Aku akan terus berselawat ke atasnya sebanyak yang aku mampu. Moga-moga aku mendapat pertolongannya apda suatu hari nanti, sama ada di dunia mahupun d akhirat, ” orang itu menjelaskan lupa kepada Sufyan as-Sauri, lalu dai pun berjalan meneruskan tawafnya, sedang lisannya tidak berhenti daripada menyebut selawat dan salam ke atas baginda.

Wahai pembaca sekalian! Perbanyakkanlah selawat dan salam ke atas Rasulullah SAW. Moga-mogs Allah SWT akan mengampuni kita daripada dosa-dosa besar kita, membimbing kita ke seksaan neraka Jahim, dan diberikan tempat di syurga JannatunNaim. Amin.

~~Subhanallah..alangkah beruntungnya beliau mendapat peluang bertemu dengan Rasullulah. Itulah kelebihan yang diperolehi oleh orang-orang yang mendekatkan dirinya kepada Alah dan sentiasa mengabdikan diri untuk meneruskan perjuangan Rasulullah SAW. Itulah ganjaran yang mereka layak terima setanding dengan apa yang mereka lakukan.

Banyak versi yang kita dapat dengar cerita ahli-ahli sufi tentang syafaat selawat ini untuk versi ini saya perolehi dari sebuah buku. Isi kandungannya sangat bagus. Memberi kita inspirasi dan menyedarkan diri betapa berbezanya taraf kita dengan wali-wali Allah ini.
Seharusnya kita perlu berimpian untuk menjadi wali Allah, tapi jalannya bukan mudah. Tapi melalui buku ini, banyak memberi ilmu kepada kita tentang kisah-kisah para wali Allah.

Tajuk buku : Belajar dari Para WALI
Karya : Ustaz Wan Ji Wan Husin
Penerbit :Anbakri Publika Sdn Bhd

Semasa cuti baru-baru saya berpeluang memiliki buku. Pada mulanya, aim saya nak beli buku lain, tapi bila terpandang buku ni, terus ambil. Dan tukang bayar kakak saya sebab hari tu teman dia beli barang di
Darul Ansar, Kuantan Parade, then duit dalam dompet saya kosong pulak^^,(tengah cuti la kan, duduk kat rumah, ma abah ada). Ala, sekali-sekala nak ‘ang pau’ kakak sendiri. Lepas ni, susah dah..terima kasih ye kakak ku..hadiah birthday la kot buku ni kan? Ye la, hadiah tahun ni ‘pending’ lagi dari adik-beradik saya ini.

Jadi, saranan saya pada semua, bacalah buku ini. Anda pasti menyukainya, kerna pelbagai cerita tentang para wali yang bakal anda ketahui. Bagi saya, buku ini antara buku yang saya baca dan saya rasa sayang nak tinggal. Teringin nak sambung membacanya sampai habis. (Berjaya jugak baca buku tanpa terbengkalai di pertengahan jalan ^_^)



Monday, May 4, 2009

,,>Gembiralah dengan hidup ini.<,,

Gembiralah dengan hidup ini
Kerana hidup ini indah dan jadikanlah ia
Sebagai hamparan untuk setiap kebaikan


Allah ta'ala mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri. Bahkan, Allah sangat senang dengan taubatnya seorang hamba. Inilah kesenangan yang lebih besar dibandingkan kesenangan seseorang yang berada di padang pasir bersama tunggangannya, yang di atas punggungnya terdapat perbekalan makanan dan minumannya, tetapi kemudian tunggangan itu lari darinya sehingga dia hampir berputus asa untuk menagkapnya kembali.

Setelah itu dia duduk bersandar di sebuah pohon menanti ajal menjemputnya, hingga ia tertidur. Selang beberapa saat ia bangun dan tba-tiba unta yang membawa makanan dan minumannya itu berdiri berdekatan kepalanya, maka dengan serta-merta ia memegang tali unta tersebut seraya menjerit kerana gembira yang amat sangat, dan mengatakan: "Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu" (salah dalam berucap krn gembiranya).

Maha Suci Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pengasih. Allah ta'ala senang dengan taubat hambaNya itu, sehingga menyebabkan dia beruntung untuk meraih syurgaNya dan mencapai keredhaanNya. Allah Yang Maha Tinggi menyeru kepasa hamba-hambaNYa yang beriman untuk bertaubat melalui firmanNya:

"....dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. "
(Surah An-Nur: Ayat 31)

Bertaubat adalah mencuci hati dengan air mata dan membakarnya dengan kobaran api penyesalan. Bertaubat adalah pembakaran di dalam hati, pengekangan nafsu, keluhuran di dalam hati, dan titidan air mata. Yang demikian adalah awal perjalanan yang ditempuh oleh orang-orang yang bertaubat, modal orang-orang yang berjaya, langkah awal mereka yang menghendaki Allah, dan kunci istiqomah mereka yang hatinya condong kepada Allah.

Seorang yang bertaubat harus berkeluh-kesah, menyesal dan menangis. Bila orang lain merasa tenang dari 'azab Allah, maka hatinya tidak akan merasa tenang dan selalu dihantui oleh rasa takut bahawa taubatnya tidak diterima. Bila orang lain merasa tenteram, dia tidak pernah berhenti menangis tersedu-sedu. Bila orang lain beristirehat dengan tenang, dia tidak bosan-bosan merintih sampai tubuhnya menggigil. Bila dia mengingat besarnya dosa dan kesalahannya, kesedihannya makin menjadi-jadi, api nuraninya makin membara, air matanya bercucuran, nafasnya tersengal-sengal, dan terasa sesak kerana dadanya terasa terbakar. Dia telah membulatkan tekad untuk berlumba-lumba menghadapi hari esok. Dia meremehkan segala urusan dunia agar mampu melalui shirath (jambatan) yang berada di atas neraka jahannam dengan secepat kilat.

Monday, April 27, 2009

,,>Betapa Manisnya Qiamullail<,,

Malam itu gelap gelita tetapi ia amat indah. Dimuka langit bertaburan bintang-bintang yang berkelipan, disisi bulan yang terang benderang.Untuk apakah Allah s.w.t jadikan malam? Ada waktu malam yang dihiasi dengan munajat kepada Allah s.w.t dan ada malam yang dihiasi dengan derhaka kepada Allah s.w.t. Jadi malam itu tidak sentiasa indah dan permai kerana ia bergantung kepada penghuni-penghuninya.

Bagi orang-orang yang soleh merindui malam ibarat pengantin menanti malam pertama. Kerana pada waktu malam untuk mereka bermesra-mesra,dengan Tuhannya. Pada waktu malam tiada,kebisingan kecuali mereka mengadu dan bermunajat kepada Tuhannya.

Kalau sepasang kekasih mencari waktu malam untuk memadu kasih, maka tidak hairan kalau orang-orang yang soleh juga menggunakan waktu malam untuk memadu cinta sejati dengan Allah s.w.t.

Berkata Al Fudhail bin Iyadh::
Apabila terbenam matahari maka saya gembira dengan
gelap. Dan apabila terbitnya matahari maka saya
berdukacita kerana datangnya manusia kepadaku!

Abu Sulaiman pula berkata::
Jikalau tidaklah
kerana malam nescaya saya tidaklah menyukai
tinggal di dunia ini.

Selain dari keheningan malam yang ada pada waktu malam, Allah juga menurunkan malaikat-malaikat pada malam hari untuk memberi rahmat kepada hamba-hambaNya yang sedang beribadah. Malaikat akan turun ke bumi mencari manusia-manusia yang menghidupkan malam dengan ibadah untuk diberi rahmat dan diaminkan doanya.

Pada waktu malam juga akan ada satu detik dimana barangsiapa yang berdoa ketika itu akan dikabulkan segala hajatnya. Solat yang didirikanpada waktu malam juga lebih banyak manfaat dan ebih pahalanya.

Sabda Rasulullah bermaksud:
Dua rakaat yang dikerjakan oleh hamba
pada waktu tengah malam adalah lebih baik baginya
dari dunia dan isinya. Dan kalaulah tidak memberi
kesukaran kepada umatku, nescaya saya
wajibkan kedua rakaat itu atas mereka;


Sabda Rasulullah lagi yang bermaksud:
Kerjakan solat dua rakaat dalam kegelapan malam untuk
kesuraman kubur;


Maka sebaik-baik pengisian waktu malam ialah dengan mendirikan ibadah solat. Allah memberi pandangan kepada golongan ini kerana mereka telah sanggup meninggal keenakan dan keselesaan beristirehat untuk bangun mengabdikan diri sebagai seorang hamba. Di tengah-tengah kesejukan dan kedinginan malam,maka golongan ini telah membasuh diri dengan wudhuk dan berdiri serta sujud kepada Allah s.w.t.Untuk melakukan pekerjaan ini bukannya mudah.Ia memerlukan kegigihan pada hati serta hidup
cintanya dengan Tuhan. Sebab itu Allahmenyediakan sebuah syurga bagi hamba-
hambaNya yang menghidupkan malam.

Meskipun itu adalah janji dari Allah s.w.t. kepada
kita namun kepayahan untuk menghidupkan
malam lebih ketara lagi kerana syaitan turut
memainkan peranan dengan bersungguh-sungguh
menghalang manusia melakukannya.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:
Diikat oleh syaitan di atas seseorang kamu dengan tiga
ikatan apabila ia sedang tidur. Maka syaitan
memukul tiap-tiap tempat ikatan tersebut
sepanjang malam sehingga tertidurlah kamu.
Kalau kamu terbangun dan berzikir kepada Allah
s.w.t nescaya terbukalah satu ikatan. Kalau
berwuduk nescaya terbukalah satu ikatan lagi dan
kalau bersolat nescaya terbukalah semuanya.
Sehingga kamu menjadi rajin dan baik jiwanya.
Kalau tidak yang demikian nescaya menjadi keji
jiwa dan malas
.

Bila dilihat dari segi halangan-halangan yang terpaksa ditempuhi oleh seseorang yang mahu menghidupkan malam dengan ibadah, maka tidak salah kalau diletakkan mereka dalam golongan mnusia yang berjiwa gigih dan hidup cintanya dengan Allah s.w.t. Golongan ini juga telah mewarisi pekerjaan orang-orang soleh.

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
Haruslah kamu bangun malam kerana itu adalah
kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu.
Sesungguhnya bangun malam adalah
mendekatkan diri kepada Allah Azzawajalla,
menutup segala dosa, menghilangkan segala
penyakit pada tubuh dan mencegah daripada
dosa.

Dipetik dari Panduan Solat Tahajjud, oleh
Muhammad Uzair Al Aziz."

,,^Sharing Is Caring^,,